|
|||||||
|
|
|
|||||
|
|
|||||||
|
Islam dan Syarat "Laa Ilaaha Illallaah" Segala puji bagi Allahl, shalawat dan salam semoga tercurahkan atas Rasulullah n, para sahabatnya, dan orang yang selalu setia kepadanya.
Ketahuilah wahai saudaraku se-Islam –semoga Allah selalu
merahmati kami dan anda– bahwa tiga prinsip pokok yang harus dipelajari
oleh setiap muslim dan muslimah adalah: Seorang hamba harus mengenal
Tuhannya, Agamanya, dan Nabinya yaitu Muhammad n.
Prinsip pokok agama ini dan sendinya ada dua perkara : Pertama : Memerintahkan beribadah hanya kepada Allah semata dengan tiada sekutu bagi-Nya dan komitmen serta loyal kepada-Nya, dan mengkafirkan orang yang meninggalkan-Nya. Kedua
: Waspada terhadap bentuk kesyirikan dalam beribadah kepada
Allah, bersikeras dalam hal itu dan memusuhinya. SYARAT-SYARAT
لا إله
إلا الله 1. AL ILMU (MENGETAHUI) : Dalam arti kata menafikan dan menetapkan (maksudnya: menafikan atau meniadakan segala bentuk ketuhanan selain Allah, kemudian menetapkan hanya Allah-lah yang berhak menjadi Tuhan dan sesembahan, pent). Dimana hati ini mengetahui apa yang diucapkan oleh lidah. Allah l berfirman: (
فَاعْلَمْ
أنَّهُ
لآإلَهَ
إلاَّاللهُ
)
“Maka
ketahuilah, bahwa sesungguhnya tiada sesembahan (yang haq) selain
Allah”.
(QS.47:19).
(
إلاَّ
مَن شَهِدَ
بِالْحَقِّ
وَهُمْ
يَعْلَمُونَ
)
“Akan
tetapi (orang yang dapat memberi syafa`at ialah) orang yang mengakui yang
haq (tauhid) dan mereka meyakini(nya)”. (QS. 43 : 86). Rasulullah n bersabda : "Barangsiapa
meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tidak ada sembahan (yang haq)
selain Allah maka dia masuk surga." (HR.
Muslim) Maknanya
adalah : tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan ibadah itu
ialah semua apa yang disukai Allah dan diridhai-Nya,
dari ucapan dan perbuatan yang nampak dan yang tersembunyi. 2. AL YAQIN (KEYAKINAN) : Yaitu mengetahui-Nya dengan sempurna yang menafikan keraguan dan kesyakwasangkaan. Allah l berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin
itu hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah, dan Rasul-Nya
kemudian mereka tidak ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan diri
mereka di jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”. (QS. Al
Hujarat : 15). Dan Rasulullah n bersabda: ((Aku
bersaksi bahwa tiada
sesembahan selain Allah, dan Aku adalah utusan Allah, tiada seorang
hambapun menemui Allah (meninggal) dengan membawa dua kalimat syahadat
tanpa syak (keraguan) melainkan ia masuk surga)).
(HR. Muslim) 3. AL IKHLASH (KEIKHLASAN) : Yang menafikan kesyirikan. Allah l berfirman : (
ألاَ
لِلَّهِ
الدِّينُ
الْخَالِصُ
)
“Ingatlah
hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).” (QS. 39: 3) (
وَمَآ
أمِرُوْآ
إلاَّ
لِيَعْبُدُوْااللهَ
مُخْلِصِيْنَ
لَهُ
الدِّيْنَ
حُنَفَآءَ
)
“Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (QS.98: 5). Rasulullah n bersabda: ((Manusia
yang paling berbahagia dengan syafa`atku di hari kiamat ialah orang yang
mengucapkan : “Laa Ilaaha Illallah” (Tiada
Tuhan yang
berhak disembah melainkan
Allah) dengan penuh keikhlasan dari hatinya)). (HR. Bukhari) 4. AL MAHABBAH (KECINTAAN) : Yaitu mencintai kalimat ini dan apa-apa yang menjadi konsekuensi logisnya, serta gembira dengan itu semua. Allah l berfirman : ]وَمِنَ
النَّاسِ
مَنْ
يَّتَّخِذُ
مِنْ دُوْنِ
اللهِ
أنْدَاداً
يُحِبُّوْنَهُمْ
كَحُبِّ
اللهِ
وَالَّذِيْنَ
ءَامَنُوا
أشَدُّ
حُبّاً للهِ[
“Dan
di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan
selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”. (QS. 2: 165) Dan Rasulullah n bersabda : ((Ada
tiga hal yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan merasakan manisnya
iman, yaitu : hendaknya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya daripada
selain keduanya, dan hendaknya ia mencintai seseorang karena Allah, dan
hendaknya ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah
menyelamatkannya darinya, sebagaimana ia benci dimasukkan ke dalam
neraka)). (Muttafaqun `alaih) 5. ASH SHIDQU (KEJUJURAN) : Yang menafikan dusta, yang menghalangi nifak. Allah l berfirman: (
وَلَقَدْ
فَتَنَّا
الَّذِينَ
مِن
قَبْلِهِمْ
فَلَيَعْلَمَنَّ
اللهُ
الَّذِينَ
صَدَقُوا
وَلَيَعْلَمَنَّ
الْكَاذِبِينَ
)
“Dan
sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia
mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS.29:3) Allah l berfirman: (
وَالَّذِي
جَآءَ
بِالصِّدْقِ
وَصَدَّقَ
بِهِ
أوْلَئِكَ
هُمُ
الْمُتَّقُونَ
)
“Dan
orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya,mereka itulah
orang-orang bertakwa”. (QS. 39 : 33) Rasulullah n bersabda: ((Barangsiapa
mati dan dia bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan
Allah dengan penuh kejujuran dari hatinya, maka ia masuk surga.)) (HR.
Ahmad) 3.
AL INQIYADU LIHUQUQIHA (TUNDUK DAN PATUH TERHADAP HAK-HAKNYA) : Yaitu berupa amalan-amalan wajib yang ikhlas karena Allah dan mencari keridhaan-Nya. Allah l berfirman: (وَأنِيْبُوا
إلَى
رَبِّكُمْ
وَأسْلِمُوا
لَهُ مِنْ
قَبْلِ أنْ
يَأتِيَكُمُ
الَعَذَابُ
ثُمَّ لاَ
تُنْصَرُوْنَ)
“Dan
kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum
datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). (QS. 39 :
54) Allah l berfirman: (وَمَنْ
يُسْلِمْ
وَجْهَهُ
إلَى اللهِ
وَهُوَ
مُحْسِنٌ
فَقَدِ
اسْتَمْسَكَ
بِالْعُرْوَةِ
الْوُثْقَى) “Dan
barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang
berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali
yang kokoh.” (QS. 31 : 22) 4.
AL QOBUL (MENERIMA) : Lawan daripada menolak … dimana kadang-kadang diucapkan oleh orang yang sudah mengetahuinya, namun tetap menolak dan tidak menerimanya dari orang yang menyeru kepadanya disebabkan oleh fanatisme dan kesombongan. Allah Ta`ala berfirman : (إنَّهُمْ كَانُوا إذَا قِيْلَ لَهُمْ لاَ إلهَ إلاَّ اللهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ)“Sesungguhnya
mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa Ilaaha Illallah”
(Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan
diri.” (QS. 37 : 35) Judul
Asli:
|
||